Akademi UMKM – Hukum Kepercayaan menyebutkan, apa pun yang kita percaya―dengan segenap perasaan—akan menjelma menjadi nyata. Semakin kuat kita percaya bahwa sesuatu adalah benar, maka semakin besar kemungkinan hal itu memang benar bagi kita.

Jika benar-benar mempercayai sesuatu, kita tidak bisa membayangkan hal tersebut dalam keadaan sebaliknya. Kepercayaan yang kita punyai memberi kita sebentuk ‘penglihatan melalui terowongan’. Kepercayaan tersebut akan men-edit, yang menyebabkan kita mengabaikan informasi yang tidak konsisten dengan apa yang kita percayai.

William James, psikolog besar dari Harvard mengatakan, “Kepercayaan menciptakan fakta nyata.” Maka tak heran kalau muncul ungkapan, “Jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Dengan kata lain, belum tentu kita memercayai apa-apa yang kita lihat. Tapi, kita pasti melihat apa-apa yang kita percayai. 

Sebagai contoh, jika kita sangat percaya bahwa kita tercipta untuk memperoleh kesuksesan besar dalam kehidupan ini, maka apa pun yang terjadi, kita akan terus bergerak maju menuju tujuan kita―takan akan ada apa pun yang akan mampu menghentikan kita.

Dan sebaliknya, jika kita percaya bahwa kesuksesan adalah perkara keberuntungan atau kebetulan, maka dengan mudah kita akan menjadi lemah dan kecewa, pada saat segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Sehingga singkatnya, KEPERCAYAAN KITA lah, yang menetapkan KESUKSESAN maupun KEGAGALAN kita.

Jadi, kalau Anda percaya hari ini akan menjadi hari yang buruk, menurut Anda, apa yang akan terjadi kemudian?

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •