Jika Teman Kita Buka Usaha

Jika Teman Kita Buka Usaha

Seorang ustadz bercerita, tahun 2008, dia mengikuti seminar bisnisnya Tung Desem Waringin di sebuah hotel, di Jakarta. Pesertanya tidak kurang dari 7000 orang.

Ustadz ini hadir tidak semata-mata karena ilmunya, tetapi karena rasa penasaran, apa betul orang cina ukhuwahnya lebih kuat dari umat Islam.

Ternyata hampir 75% peserta seminar Tung adalah orang-orang cina. tua, muda, dan bahkan anak-anaknya diikutsertakan.

Selesai acara, semua produk-produk yang ditawarkan laku keras, mulai dari buku, baju, kaos, cenderamata, dll. 10.000 buku ludes terjual.

Sepulang dari training, ustadz tersebut berkesimpulan bahwa mereka sudah khatam QS. 3:103, QS. 49:10 dan 13, QS. 5:2, QS. 8:72.

Mereka lebih memahami ayat-ayat tersebut daripada kita. Mereka telah berhasil membangun pasar Anshar. Mereka lebih memahami makna ukhuwah dalam tatanan sosial.

Ana sendiri mengamati, ketika ada teman ana orang cina membuka restoran, tanpa perlu diundang, cukup diberi tahu, hampir seluruh anggota keluarga dan teman-teman akan datang di pembukaan resto dan seterusnya.

Sehingga restoran nampak ramai terus dan mengundang kepenasaran orang lain. Tidak ada diantara mereka yang meminta gratisan. Semuanya bayar.

Ini berbeda dengan kita. Ketika ada saudara/teman baru buka usaha, maka dengan dalih kan masih promosi, minta sample, minta contoh, minta gratisan, kalau tidak ya minta diskon.

Janganlah meminta gratisan, kecuali jika saudara/teman kita pengusaha ini tanpa kita meminta, beliau memberikannya sebagai hadiah buat kita.

Jika baru mulai usaha saja sudah terbebani permintaan gratisan, maka usaha saudara/teman kita ini, tak lama kemudian bangkrut karena tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi keinginan saudara dan teman-temannya sendiri.

Maka tidak aneh kan kalau berkembang pemikiran, kalau mau bisnis jangan sama saudara atau teman. Mungkin ini pula yangmenjadi penyebab UKM-UKM kita sulit berkembang.

Jika ada saudara/teman buka usaha, kalau kita tidak bisa membantunya dengan memberi modal, minimal jangan bebani mereka dengan meminta gratisan atau diskon.

Kalau bisa, saat membeli, lebihkan kembaliannya untuk menambah keuntungan/modal mereka.

Kalau ada saudara kita jualan suatu barang yang kita butuhkan, belilah dari saudara kita, biarpun sedikit lebih mahal dari yang ditawarkan para pengusaha besar.

Bisnis itu tidak sekedar uang, tetapi juga tentang persaudaraan.

Insyaa Allah kita bisa…

UMKM Bumi Alumni membuka Cafe LupBa 2

UMKM Bumi Alumni membuka Cafe LupBa 2

Bandung, 11 April 2021

Dalam usianya yang baru 1 tahun, UMKM Bumi Alumni, Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) sudah membuka Cafe Lupba2, setelah Cafe Lupba 1 di Gedung Kadin Kota Bandung.

Komunitas UMKM Alumni, PBA yang dikomandoi Dr. Ary Zulfikar, SH, MH yang akrab disapa Kang Azoo ini bergerak cepat dari program ke program lainnya, terlebih program yang berhubungan dengan pemberdayaan UMKM.

Dalam sambutannya, Kang Azoo mengatakan bahwa menciptakan UMKM yang bermartabat dan mendiri secara finansial , mampu bersaing dengan produk produk pabrikan adalah tujuan utama didirikannya Komunitas UMKM ini.
Belajar dari banyaknya merek besar yang menutup usahanya karena krisis ekonomi dalam situasi pandemi, Kang Azoo menerangkan, kekuatan bisnis yang berbasis komunitas mampu bertahan ditengah krisis.

Dalam kesempatan yang sama, Inisiator UMKM Alumni, Dr. Dewi Tenty, SH, MH, MKn ( Teh DT) juga memberikan sambutannya pada acara Grand Opening Cafe Lupba 2.
Teh DT, begitu sapaan akrabnya, mengatakan dalam pembinaan UMKM jangan setengah-setengah, membina mulai dari persiapan bahan sampai dengan penjualan harus dilakukan dengan konsisten.
“Di Indonesia, Konsistensi adalah satu hal yang luxury. Konsisten dalam membina produktifitas adalah hal yang dibutuhkan para pelaku UMKM” ujar Teh DT.
“Dalam membina UMKM, dimulai dari pembangunan mental pelakunya, menumbuhkan brand confidence hingga menaikkan minat beli pembeli produk UMKM”, tambahnya.

Febie Dwikha, perwakilan dari Bina Produktivitas Kemnaker RI, dan Teh DT pada kesempatan tersebut juga menyerahkan sertifikat APO (Asian Productivity Organization) kepada 3 anggota UMKM Bumi Alumni atas prestasinya mengikuti pelatihan berskala Internasional.
UMKM Bumi Alumni yang mewakili Indonesia dalam pelatihan tersebut antara lain;

  1. Hassan M Lubis dengan produk Coffee Mangaraja,
  2. Mariana Oktavia dengan produk Sankimo Urinoir Bag, dan
  3. Mefa Herlina dengan produk Bakcoseuhah.

Cafe Lupba ini juga didukung oleh BIG Group. Candra Tambayong selaku BOC BIG Group (Pemilik BTC). Dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan adanya Cafe Lupba 2 ini adalah suatu hal yang luarbiasa dan dapat dijadikan contoh. Menyadari situasi bisnis yang sedang suli, terobosan yang dilakukan oleh UMKM Bumi Alumni – Perkumpulan Bumi Alumni ini bisa memberikan angin segar terhadap perkembangan ekonomi.
Beliau memberikan dukungan penuh terhadap usaha bisnis UMKM Alumni.

Turut hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Drs, Atet Dedi Handiman, Perwakilan Bina Produktivitas Kemnaker RI, Febie Dwikha, Manajemen BTC, Kapolsek Cicendo, Tokoh Masyarakat, Para Pengurus PBA, Koperasi KUALI, dan segenap Anggota UMKM Bumi Alumni.

Sebelum Grand Opening, diadakan acara Fun Bike yang mengambil route di sekitar Kota Bandung. Fun Bike ini diikuti oleh anggota UMKM Alumni dan dari Manajemen BTC.