Sumber Berguna Untuk Cetuskan Ide Bisnis

Sumber Berguna Untuk Cetuskan Ide Bisnis

Terkadang Anda membutuhkan sumber inspirasi untuk memacu momen bola lampu itu. Cobalah dan temukan inspirasi di dunia sekitar Anda. Berikut empat sumber untuk mencari inspirasi:

Pelajari pengusaha sukses. Sulit untuk mengetahui kemana tujuan Anda jika Anda tidak tahu kemana para wirausahawan hebat sebelumnya.

Baca cerita asal-usul dan pelajari raksasa bisnis yang sukses. Bagaimana mereka mendapatkan ide bisnis? Nasihat apa yang mereka miliki untuk pengusaha yang sedang naik daun?

Pelajari semua yang Anda bisa sebelum Anda memulai perjalanan Anda sendiri.

Gunakan smartphone Anda. Jika Anda tahu Anda ingin membuat aplikasi, tetapi tidak yakin dengan apa yang ingin Anda buat, cari melalui toko aplikasi.

Telusuri kategori minat. Apakah Anda memperhatikan apakah ada yang hilang atau bagaimana aplikasi dalam kategori itu dapat ditingkatkan?

Dapatkah Anda menemukan produk atau layanan serupa menggunakan mesin telusur? Internet sangat membantu dalam menemukan produk dan layanan yang Anda inginkan.

Tetapi pernahkah Anda mencari dan mencari sesuatu, tetapi tidak dapat menemukannya? Itu seharusnya menjadi petunjuk dari pembukaan potensial di pasar yang harus Anda tindak lanjuti.

Beralih ke media sosial. Orang-orang di media sosial sering kali cepat mengidentifikasi masalah dan masalah yang mereka hadapi dengan produk, tempat, proses saat ini, dan sebagainya.

Tetapi hanya sedikit yang meluangkan waktu untuk menemukan solusi. Membaca keluhan orang lain dapat memberi Anda wawasan yang bagus tentang masalah orang lain yang bisa Anda selesaikan. Situs review online dapat menawarkan hal yang sama.

Bagaimana Menemukan Sebuah Ide Bisnis?

Bagaimana Menemukan Sebuah Ide Bisnis?

Pernahkah Anda mendapatkan ide bisnis dan bertanya-tanya apakah itu bisa menjadi hal hebat berikutnya? Berikut cara mengetahui apakah itu mungkin.

Memulai bisnis membutuhkan waktu dan energi, dan seseorang harus menjalani periode refleksi diri yang panjang untuk menemukan ide bisnis yang realistis dan dapat dijalankan.

Lebih baik lagi, begitu Anda memiliki ide bagus, bagaimana Anda bisa yakin bahwa ide itu akan berkembang menjadi usaha yang sukses?

Tahapan perencanaan awal ini penting. Jangan berhemat dalam melakukan brainstorming, dan uji ide-ide Anda berikut ini.

Sebelum kita menyelami untuk menentukan apakah Anda memiliki ide bisnis yang bagus atau tidak, mari kita lihat cara membuatnya.

Bagaimana mendapatkan ide bisnis yang hebat

Mulailah dengan menganalisis diri sendiri dan kekuatan Anda. Apa yang menarik minat Anda? Apa yang secara alami Anda kuasai?

Apa yang Anda kuasai? Jika Anda adalah orang yang tepat untuk tugas atau tugas tertentu, ini mungkin kesempatan emas untuk mengubah keterampilan atau bakat itu menjadi bisnis.

Namun, penting untuk memilih sesuatu yang Anda sukai dan dapat Anda lakukan hari demi hari.

Apa yang dikatakan orang lain yang Anda kuasai? Mungkin Anda memiliki bakat terpendam yang dilihat orang lain dalam diri Anda yang tidak pernah Anda anggap sebagai masalah besar.

Jika ini masalahnya dan keterampilan itu adalah sesuatu yang dapat Anda lakukan lebih banyak lagi, itu bisa menjadi ide bisnis yang bagus. Bicaralah dengan keluarga dan teman Anda, dan lihat apa yang mereka pikirkan.

Layanan apa yang Anda inginkan ada yang saat ini tidak ada? Ini terjadi setiap saat. Anda mencari di toko aplikasi untuk mencari sesuatu yang spesifik, berpikir bahwa itu pasti ada, tetapi ternyata tidak.

Ini kesempatanmu. Anda dapat berpasangan dengan desainer aplikasi atau membuat sendiri aplikasi yang dapat bermanfaat bagi orang-orang seperti Anda di seluruh dunia.

Cara lain untuk memikirkannya adalah masalah apa yang ada yang membutuhkan solusi? Beberapa dari bisnis paling sukses adalah bisnis dengan produk atau layanan yang memecahkan masalah bagi orang lain.

MENKOPUKM Tingkatkan UMKM Dalam Ekosistem Digital

MENKOPUKM Tingkatkan UMKM Dalam Ekosistem Digital

Jakarta – Sesuai data BPS, pandemi Covid-19 menyebabkan konsumsi rumah tangga untuk makanan dan minuman selain restoran terkontraksi 1,39% sepanjang tahun 2020. Sedangkan penyedia restoran dan hotel mengalami kontraksi sebesar 7,98 persen.

“Namun, kita harus terus optimis, berbagai survei menunjukkan adanya indikasi perbaikan belanja masyarakat di awal 2021. UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, saat membuka secara virtual pada kegiatan BRIncubator UMKM Brilian yang diselenggarakan PT Ucoach Djivasrana Grahasada, Senin (19/4).

Hasil survei World Bank 2021 menunjukkan bahwa 59,2% responden bermata pencaharian wiraswasta dan 74,1% mengandalkan penjualan online sebagai pendapatan utama. Namun, 51% di antaranya adalah reseller. Produsen baru mencapai 11%. 

“Hal ini menjadi fokus kita bagaimana meningkatkan UMKM produsen dalam ekosistem digital,” ujar Teten.

Menurut Teten, BRIncubator UMKM Brilian merupakan program yang sangat baik bagi UMKM kuliner untuk bertransformasi, masuk dalam ekositem digital, serta bersaing di pasar global. 

“Produk UMKM kuliner Indonesia sangat beragam dan kreatif. Hal ini didukung hasil pertanian Indonesia yang sangat kaya,” ucap Teten.

Karena itu, bagi MenkopUKM, peran Ucoach dan BRI sangat strategis untuk dapat mendampingi para UMKM, meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, manajemen usaha yang baik, serta digitalisasi.

“Kami di KemenkopUKM juga tengah memperkuat KUMKM,” tegas MenkopUKM.

Antara lain, dalam peningkatan kapasitas UMKM dilaksanakan melalui penguatan database, peningkatan kualitas SDM, pengembangan Kawasan/klaster terpadu UMKM.

Sementara dalam perluasan pasar dilaksanakan melalui Kampanye Bangga Buatan Indonesia (BBI), onboarding platform pengadaan barang dan jasa (LKPP, PaDI), Live Shopping, Sistem Informasi Ekspor UMKM, hingga penyediaan ruang 30% infrastruktur publik bagi UMKM.

Sedangkan dalam pengembangan kewirausahaan, pemerintah tengah menyusun Rancangan Perpres Pengembangan Kewirausahaan Nasional sekaligus turunan dari UU Cipta Kerja dan PP no 7/2021. 

“Kami sebagai koordinator mengorkestrasi berbagai pihak terkait secara terintegrasi untuk mencapai target wirausaha muda mapan dengan inovasi, teknologi, berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja,” papar MenkopUKM.

Terlebih lagi, data Survei Angkatan Kerja Nasional atau Sakernas BPS, menunjukkan bahwa dampak pandemi Covid 19 meningkatkan jumlah pekerja informal sebesar 1,18 juta atau 2,62 persen dibandingkan tahun 2019.

Sedangkan rasio kewirausahaan di Indonesia saat ini sebesar 3,47% (relatif rendah dibandingkan Thailand 4,26%, Malaysia 4,74%, Singapura 8,76%).  “Kewirausahaan menjadi solusi untuk menyerap pekerja informal,” pungkas MenkopUKM.

(Sumber : Humas Kementerian Koperasi dan UKM)

Kepercayaan, Ikatan Antara Pemimpin dan Tim

Kepercayaan, Ikatan Antara Pemimpin dan Tim

Ada tiga pertanyaan, yang perlu menjadi refleksi bagi para CEO, agar dapat memperoleh KEPERCAYAAN atau TRUST dari timnya. Yang pertama, “Apakah CEO pantas Saya ikuti?”

Ruang pertama dari kepercayaan adalah tentang personal seorang CEO. Ikatan hubungan antara tim, adalah manusia dengan manusia. Terkadang, tak jarang seorang CEO memodelkan hubungan kerja menjadi ’hubungan antara manusia dengan organisasi’.

Padahal, bagaimana pun, manusia berhubungan dengan sesosok CEO yang juga wujudnya adalah manusia. Maka, secara alamiah, seorang manusia pasti membutuhkan alasan, untuk apa Saya mengikuti “dia”.

Disinilah integritas dan kualitas diri seorang CEO ditantang. Apakah kepemimpinan yang dibangun oleh CEO adalah semata kepemimpinan karena jabatan atau kepemimpinan yang memang dibangun dengan pembuktian kerja dan karya?

Di titik ini, penting bagi setiap pemimpin organisasi bisnis seperti Anda, untuk terus merenungi diri : sudah pantaskah saya diikuti? Apakah Saya pantas dipercaya oleh tim didalam organisasi Saya? Hari ini, sejauh mana tim percaya kepada diri Saya?

Poin yang kedua lebih ke: “Apakah CEO saya benar-benar ingin membangun organisasi lebih baik?” Poin ini adalah soal intensi seorang pemimpin bisnis.

Dalam sebuah organisasi, CEO adalah posisi puncak dari manajemen. Pada perusahaan kecil menengah, biasanya posisi CEO diduduki oleh seorang owner dan pada kelas menengah besar, biasanya owner menyerahkan kerja proses bisnis kepada seorang CEO.

Maka baik tidaknya sebuah performa organisasi, mau tidak mau mengarah kepada hidung sang CEO. Kondisi ini terkadang menyebabkan seorang CEO terjebak pada hasrat pribadi.

Alih-alih berfikir tentang membesarkan organisasi, seorang CEO terkadang terjebak untuk membesarkan dirinya sendiri. Lalu bagaimana mungkin tim berkenan bergerak untuk membangun prestasi individu seseorang?

Padahal kita mesti meyakini, bahwa energi hati itu menjalar dan terasa. Ketika seorang CEO terjebak dalam misi-misi pribadi, maka seluruh tim dapat merasakan hal itu dan kemudian kepercayaan akan terkoyak.

Akibatnya performa menurun, energi melemah dan angka pada scoreboard pun merah. Maka penting bagi CEO untuk mengevaluasi diri dan hatinya.

Untuk apa Saya melakukan ini semua? Apakah untuk diri Saya semata? Ataukah untuk organisasi? Mana hasrat yang lebih ber-api didalam diri Saya, melihat organisasi besar atau melihat diri ini besar? Poin yang ketiga adalah, “Apakah CEO mampu menumbuhkan diri saya?”

Hal ketiga ini adalah tentang bagaimana seorang CEO mampu menumbuhkan tim nya. Pertumbuhan adalah fitrah dari setiap orang.

Setiap orang tentu mendambakan kehidupan yang bertumbuh, baik dari segi keterampilan,mental dan bahkan kesejahteraan hidup. Dan dorongan ini tentu juga tersemai didalam hati setiap tim.

Setiap anggota didalam sebuah organisasi tentu mengejar pertumbuhan. Maka, setiap anggota tim pasti bertanya kepada dirinya, apakah organisasi bisnis tempat Saya bekerja hari ini mampu menumbuhkan Saya?

Apakah CEO yang ada benar-benar dapat menumbuhkan Saya? Apakah perusahaan ini dapat Saya harapkan? Ketika harapan pertumbuhan ini tidak terjawab, maka seorang anggota tim akan kehilangan kepercayaan.

Dan disanalah retak-retak kinerja mulai hadir. Organisasi menjadi lemah, karena diisi oleh orang-orang yang hanya sekedar bertahan hidup.

Berbeda apabila pertanyaan akan harapan tersebut dapat dijawab dengan pasti. Organisasi akan diisi oleh manusia-manusia yang penuh energi. Mengapa? Karena ada harapan dan kepercayaan. Kedua hal itu menjadi energi gerak dalam organisasi.

Luar Biasa! Padi Bisa ditanam di Polibag

Luar Biasa! Padi Bisa ditanam di Polibag

Bagi yang biasa melihat padi ditanam di sawah mungkin itu sudah sering, Tapi, bagi yang melihat padi tumbuh subur di polibag, mungkin itu hanya bisa ditemui di lahan hasil karya Profesor Eddie J.Sagith.

Sebagai seorang “petani’ berlatar belakang lulusan PhD degree in English –New Zealand  pada tahun 2002, terobosan menanam padi ini bukan tanpa pengetahuan sekilas. Penampilannya yang bersahaja sering disalahartikan orang orang, terlebih bila berkaitan dengan antusiasnya berbicara perihal pertanian selalu mendapat “tentangan” dari petani petani yang sudah puluhan tahun menekuni bidang tanam padi di sawah.

Prof. Eddie demikian panggilan sehari hari, kegiatannya sebagai petani organik dan perkebunan sejak 2003 hingga sekarang begitu beragam. Salah satunya kesibukannya adalah sebagai konsultan  untuk Kodiklat Mabes TNI, PT Agro Sinar Pelangi – Bintaro, Juga di ponpes Yayasan Rasana Rasyidah _ SMK Agro bisnis. Tentu semua kegiatan tak terlepas dari kepiawaiannya menguasai bidang pertanian dan perkebunan yang berakhir pada kebermanfaatan.

Karya cipta penanaman padi di polibag memang cukup mengejutkan banyak orang, bahkan petani yang telah menjalani penanaman padi di sawah pun menyangsikan padi bisa tumbuh dengan baik. Apalagi, rumusan menanam bibit padi berjumlah sedikit menjadi bahan pesangsian akan keilmuan sang profesor ini.

Namun, dengan pengetahuan dan riset yang telah teruji, Prof Eddie  selalu mampu melunakkan paham para petani dalam bercocok tanam ini. Apalagi, ketika panen padi yang ditanam lewat teori Prof Eddi bisa menunjukkan hasil padi yang sangat berbeda jauh dengan yang ditanam petani. Bulir padi yang ditanam biasa bisa berjumlah 100 butir setiap tangkainya, namun karya tanam Prof eddie bisa berjumlah 750 bulir. Ini tidak saja membuat para petani terhenyak tetapi membuat mereka banyak yang ingin belajar pola tanam padi baru.

Menanam Padi di Polibag

Menanam padi di polibag memang sebuah keniscayaan, akankah hasil akhir mampu sesuai harapan? Atau hanya sebuah “pepesan kosong saja”. Tapi, itu semua bisa terbantahkan. Konsep bercocok tanam padi yang biasanya butuh lahan besar bisa disolusikan lewat keilmuan Prof. Eddie ini di lahan rumahan.

500 bh polibag bahkan bisa menjadi solusi bagi rumah tangga dimana suami istri memiliki 2 anak saja tercukupi kebutuhan berasnya. Ini bisa menjadi sebuah jalan keluar bagi ketahanan pangan dilingkungan terkecil seperti keluarga hingga pada lingkungan yang lebih besar.

Menanam padi di polibag tidak memerlukan perawatan yang “manja” , pupuk untuk pertumbuhan dan gizi padi bisa didapat dari kompos yang banyak ditemui. Inilah yang menjadi terobosan luarbiasa. Harapan Prof Eddie melalui keilmuan ini bisa menjadi jalan manfaat bagi masyarakat. Dan dengan terjun langsung ke masyarakat, Prof Eddie sangat yakin pola di masyarakat berkaitan tanam padi bisa berubah secara perlahan.

Dalam paparan yang dilontarkan oleh Prof Eddie, sebetulnya semakin kita menyanyangi alam tempat kita mencari rejeki, maka alam pun akan membalas dengan kebaikan lebih.

Karena itu, penggunaan hal hal yang berkaitan dengan penanaman padi di polibag, Prof Eddie selalu menekankan untuk menggunakan sesuatu yang bersifat alami bukan kimiawi. Berbaiklah kepada alam, begitu terang beliau dalam setiap kesempatan.

Ini memang bisa jadi satu tentangan dimana menanam padi saat ini yang ada di pola pikir petani salah satunya adalah penggunaan pupuk urea. Bahkan pembelian pupuk, penyewaan sdm petani harian bisa diarahkan ke jalan yang lebih baik. Menanam padi di polibag ini memang bisa jadi jalan keluar bagi kebutuan akan padi ini.