Luar Biasa! Padi Bisa ditanam di Polibag

Luar Biasa! Padi Bisa ditanam di Polibag

Bagi yang biasa melihat padi ditanam di sawah mungkin itu sudah sering, Tapi, bagi yang melihat padi tumbuh subur di polibag, mungkin itu hanya bisa ditemui di lahan hasil karya Profesor Eddie J.Sagith.

Sebagai seorang “petani’ berlatar belakang lulusan PhD degree in English –New Zealand  pada tahun 2002, terobosan menanam padi ini bukan tanpa pengetahuan sekilas. Penampilannya yang bersahaja sering disalahartikan orang orang, terlebih bila berkaitan dengan antusiasnya berbicara perihal pertanian selalu mendapat “tentangan” dari petani petani yang sudah puluhan tahun menekuni bidang tanam padi di sawah.

Prof. Eddie demikian panggilan sehari hari, kegiatannya sebagai petani organik dan perkebunan sejak 2003 hingga sekarang begitu beragam. Salah satunya kesibukannya adalah sebagai konsultan  untuk Kodiklat Mabes TNI, PT Agro Sinar Pelangi – Bintaro, Juga di ponpes Yayasan Rasana Rasyidah _ SMK Agro bisnis. Tentu semua kegiatan tak terlepas dari kepiawaiannya menguasai bidang pertanian dan perkebunan yang berakhir pada kebermanfaatan.

Karya cipta penanaman padi di polibag memang cukup mengejutkan banyak orang, bahkan petani yang telah menjalani penanaman padi di sawah pun menyangsikan padi bisa tumbuh dengan baik. Apalagi, rumusan menanam bibit padi berjumlah sedikit menjadi bahan pesangsian akan keilmuan sang profesor ini.

Namun, dengan pengetahuan dan riset yang telah teruji, Prof Eddie  selalu mampu melunakkan paham para petani dalam bercocok tanam ini. Apalagi, ketika panen padi yang ditanam lewat teori Prof Eddi bisa menunjukkan hasil padi yang sangat berbeda jauh dengan yang ditanam petani. Bulir padi yang ditanam biasa bisa berjumlah 100 butir setiap tangkainya, namun karya tanam Prof eddie bisa berjumlah 750 bulir. Ini tidak saja membuat para petani terhenyak tetapi membuat mereka banyak yang ingin belajar pola tanam padi baru.

Menanam Padi di Polibag

Menanam padi di polibag memang sebuah keniscayaan, akankah hasil akhir mampu sesuai harapan? Atau hanya sebuah “pepesan kosong saja”. Tapi, itu semua bisa terbantahkan. Konsep bercocok tanam padi yang biasanya butuh lahan besar bisa disolusikan lewat keilmuan Prof. Eddie ini di lahan rumahan.

500 bh polibag bahkan bisa menjadi solusi bagi rumah tangga dimana suami istri memiliki 2 anak saja tercukupi kebutuhan berasnya. Ini bisa menjadi sebuah jalan keluar bagi ketahanan pangan dilingkungan terkecil seperti keluarga hingga pada lingkungan yang lebih besar.

Menanam padi di polibag tidak memerlukan perawatan yang “manja” , pupuk untuk pertumbuhan dan gizi padi bisa didapat dari kompos yang banyak ditemui. Inilah yang menjadi terobosan luarbiasa. Harapan Prof Eddie melalui keilmuan ini bisa menjadi jalan manfaat bagi masyarakat. Dan dengan terjun langsung ke masyarakat, Prof Eddie sangat yakin pola di masyarakat berkaitan tanam padi bisa berubah secara perlahan.

Dalam paparan yang dilontarkan oleh Prof Eddie, sebetulnya semakin kita menyanyangi alam tempat kita mencari rejeki, maka alam pun akan membalas dengan kebaikan lebih.

Karena itu, penggunaan hal hal yang berkaitan dengan penanaman padi di polibag, Prof Eddie selalu menekankan untuk menggunakan sesuatu yang bersifat alami bukan kimiawi. Berbaiklah kepada alam, begitu terang beliau dalam setiap kesempatan.

Ini memang bisa jadi satu tentangan dimana menanam padi saat ini yang ada di pola pikir petani salah satunya adalah penggunaan pupuk urea. Bahkan pembelian pupuk, penyewaan sdm petani harian bisa diarahkan ke jalan yang lebih baik. Menanam padi di polibag ini memang bisa jadi jalan keluar bagi kebutuan akan padi ini.

Aplikasi Mobile? Mengapa tidak?

Aplikasi Mobile? Mengapa tidak?

Kebutuhan akan informasi yang serba cepat menuntut setiap individu di jaman now ini untuk juga mengikutinya dengan cepat.

Beberapa alasan utamanya adalah:

  1. Lebih simpel membawanya
  2. Bisa di baca dan di unduh kapan saja dan dimana saja
  3. Selalu up-to-date, dimana aplikasi tersebut akan mengeluarkan notifikasi kepada penggunanya, bila ada update informasi terkini
  4. Murah, karena tidak perlu biaya cetak
  5. Jaringan mendunia, karena dengan adanya aplikasi di playstore, maka seluruh Indonesia, bahkan dunia bisa mengunduh aplikasi kita
  6. Adanya aplikasi mobile juga memudahkan pelayanan bagi pelanggan dan meningkatkan pelayanan tersebut
  7. Meningkatkan penjualan tentunya, karena jaringan semakin luas, maka pasar pun meningkat dan volume penjualan perlahan namun pasti akan meningkat juga
  8. Sebagai alat marketing, karena bisa membantu kita berpromosi secara cepat dan akurat

Nah? Sudah tidak ragu lagi kan menggunakan alat teknologi terkini ini, tinggal dibuatkan sebuah aplikasi yang cocok dengan bisnis anda, atau anda bergabung dengan komunitas dan atau kemitraan yang sudah terjalin dengan anda selama ini.